Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang
menjual ayam goreng. Ia membeli sembilan potong ayam goreng. Lantas ia
membawanya pulang ke rumah untuk dinikmati bersama orangtua dan adik-adiknya.
Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, ia terkejut luar
biasa. Ternyata bukan ayam goreng yang ada di dalam bungkusan itu. Tetapi uang
sebesar lima juta rupiah. Cepat-cepat pemuda itu membungkus kembali bungkusan
itu. Ia segera meninggalkan ruang makan dan kembali ke restoran itu. Pemuda itu
mengembalikan uang itu kepada pemilik restoran. Ia meminta ayam goreng yang
diinginkannya.
Pemilik restoran itu merasa kagum atas kejujuran pemuda itu.
Ia menanyakan nama dan alamatnya. Ia juga mengatakan kepada pemuda itu bahwa ia
ingin mengundang wartawan surat kabar dan televisi untuk membuat cerita tentang
dirinya. Ia akan menjadi pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan moral yang
akan mengilhami sesamanya.
Namun pemuda itu menolaknya. Dia berkata, "Orangtua dan
adik-adik saya sedang menunggu di rumah. Saya hanya ingin ayam goreng."
Pemilik restoran itu semakin kagum atas sikap rendah hati pemuda itu.
Lantas pemilik restoran itu berkata, "Saya tidak
mengerti. Anda adalah satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak
jujur ini. Ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada
dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang mau bertindak benar."
Namun pemuda itu tetap pada pendiriannya. Ia tidak mau
dipublikasikan. Ia hanya menginginkan ayam goreng.
Kejujuran memang masih menjadi hal langka dalam dunia kita
sekarang ini. Begitu sedikit orang yang mau jujur dalam kehidupannya. Begitu
mudah orang melakukan manipulasi. Kalau kita berbelanja di warung, penjual
masih bertanya tentang berapa yang harus diisi dalam nota kontan. Mengapa?
Karena pengalaman sering berbicara bahwa ada pihak-pihak tertentu yang ingin
memanipulasi belanjaan. Bukankah hal seperti ini suatu bentuk penyelewengan?
Kisah tadi mau mengajak kita untuk berani bertindak jujur
dalam hidup kita. Kejujuran itu akan membantu kita untuk menjadi orang yang
baik. Banyak orang jujur memiliki banyak sahabat. Mereka berkenan kepada sesama
karena dipercaya untuk melaksanakan sesuatu.
Sebagai orang beriman, kejujuran merupakan hal yang sangat
penting dalam hidup ini. Kejujuran membantu kita untuk dapat menghayati iman
kita dalam hidup sehari-hari. Iman itu mesti tampak dalam perbuatan nyata.




0 komentar:
Posting Komentar