Humor : Cinta Tak Harus Memiliki


Cinta Tak Harus Memiliki
Tumini dan Paijo. Mereka sudah saling kenal sejak sekolah dan bersahabat baik. Mereka telah menghabiskan banyak waktu bersama. Tetapi hubungan mereka tidak berkembang, hanya sebatas teman dan tak lebih. Tumini sebenarnya memendam rasa cinta kepada Paijo, tapi terpaksa menyimpan rahasia kekagumannya karena tidak ingin persahabatannya­­terganggu.

Waktu terus berjalan. Paijo lulus SMA dan melanjutkan studinya ke Thailand. Sedangkan Tumini mendapatkan pekerjaan di Jakarta. Meski berjauhan, mereka tetap berhubungan walau hanya melalui surat. Satu tahun mereka saling surat2an. Dan Tumini terus merindukan Paijo akan kembali.
Hingga tiba-tiba, surat dari Paijo terhenti. Surat2 yang Tumini kirim tidak pernah ada balasan. Tumini bingung, merasa sangat kehilangan. Dimana Paijo? Apa yang terjadi? Kenapa begitu saja melupakanku? Banyak pertanyaan di benak Tumini.

Dua tahun berlalu, tapi Tumini masih berdoa dan berharap Paijo akan kembali atau setidaknya ingat dan mengiriminya surat. Doanya terkabul. Suatu sore, dia menerima surat dari Paijo :
"Tumini... Maaf lama tak mengabarimu. Aku bener2 kangen sama kamu. Dan dua hari lagi aku pulang ke Jakarta. Aku punya kejutan untukmu. Tunggu aku di bandara ya jam 7 malam. Aku ga sabar bertemu kamu. Peluk Rinduku untukmu Tumini...."
Tumini kaget sekaligus bahagia. Hatinya langsung berbintang-bintang. Peluk Rinduku untukmu, Tumini begitu gembira atas kata2 itu.Ketika harinya tiba, Tumini menunggu dengan cemas. Di bandara dia mencari Paijo kesana kemari. Tapi belum ada Paijo.

Tak lama kemudian seorang wanita berpakaian ketat warna merah yg seksi menghampiri Tumini. Dia memperhatian Tumini cukup lama.
"Hai... Kamu Tumini kan?" tanyanya.
"Iya," Tumini mengangguk. "Kamu siapa?"
"Aku.. Aku seseorang yang mengenal Paijo..
"Oh ya? Paijonya mana?"
"Maaf, aku punya kabar buruk buatmu. Paijo tidak akan datang. Dia tidak akan pernah kembali lagi. Kamu sabar yah..." kata wanita itu pelan.
Tumini sangat terkejut. Wajahnya langsung pucat. Dia tidak percaya berita yg baru dia dengar itu.
"Apa yang terjadi? Katakan padaku.." Tumini memohon.

Si wanita memandang lembut Tumini, lalu tertawa kemayu:
"MHIHIHI... YA AMPYYUN TUMMMM. INI EIKEH, PAIJO. TAPI NAMA EIKE SEKARANG RIA. CUCOK GA SIH BO? MHIHI... EIKE CANTIK KAN SEKARANG? YEI SAMPAI GA NGENALIN EKE LAGI.. IHHH…SEBEL DWEH…
Tumini: *strok*

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright©2011 cok-lah | Template Designer by | Rυđу тяу ѕєтιαωαN | Powered by Blogger