Mengenalmu membuatku bahagia, di mataku kamu adalah
seseorang yang memiliki segalanya, penuh pesona, dari penampilan hingga cara
kamu berkata-kata.
Tapi mengenalmu ternyata juga menciptakan kecewa, kamu
memang memiliki segalanya, termasuk sudah memiliki dia.
Tapi kamu terlalu indah, untuk membuatku begitu saja
menyerah. Aku sudah cinta kamu, sejak pertama kali bertemu.
Kodratnya manusia memang ingin selalu untung, dikasih
hati minta jantung. Pun aku, sudah bisa mengenalmu, sesudah itu tiba-tiba ingin
memilikimu, tak peduli walau sudah ada dia di hatimu. Bagiku selama sebelum ada
janur kuning melengkung, harapan itu belum lah berujung.
Dan senyum-senyum yang terus kamu beri, membuatku
semakin percaya diri, bahwa hadirku cukup berarti, bagi hatimu yang sebenarnya
telah berisi.
Lalu sekarang tau-tau kita telah terjebak, dalam
kesalahan indah yang entah bagaimana nantinya sukar ditebak.
Kuakui aku telah salah, membuat setiamu sedikit goyah,
membuat perhatianmu pecah dan terbelah, namun sedikit banyak kamu pun turut
bersalah.
Kau ingat saat pertama kali tanganmu kugenggam? Tak
nampak sedikitpun di wajahmu rona keberatan, kamu hanya diam lalu tersenyum
seperti mempersilahkan, dan pada akhirnya kamu justru balas menggenggam. Atau
ketika bahumu kurangkul erat, kamupun membalas dengan begitu hangat.
Jangan pula menyalahkan keadaan, kenapa kita terlambat
dipertemukan, salah kita sendiri yang terlalu cepat mengumbar perasaan.
Kini betapa lengkapnya hidupmu, memiliki segalanya
yang kamu mau, bahkan bisa memiliki dirinya sekaligus diriku.





0 komentar:
Posting Komentar