Suatu
hari tampak murung, Seorang bocah kecil duduk ditepian sungai, jauh dari kota.
Dia datang ke tempat itu selalu menyendiri, Setiap waktu jika ia ingin marah
atau sedih, ia curahkan semua amarah hatinya dengan memancing ikan di sungai
tersebut.
Sewaktu
bocah kecil itu tumbuh menjadi pemuda, Ia bekerja di kota yang sangat besar,
bahkan untuk mengunjungi sungai tempat nongkrong kecil dulu, ia lupa.
Ketika
ia menghadapi masalah mencari wanita, ia mencoba melakukan kemampuannya untuk
menarik perhatian dengan bercerita apa adanya.
Sungguh
beruntung, Pemuda itu menemukan seseorang wanita yang mampu mengisi hari dan
hatinya.
Selang
beberapa bulan, wanita dan pemuda itu semakin akrab, boleh dibilang teman,
kekasih, sahabat, saudara atau musuh, jika mereka berdua mau.
Namun
sayangnya, Si wanita ingin meminta sesuatu barang kepada si pemuda yang tidak
memiliki banyak uang untuk membeli barang yang harganya mahal.
Akhirnya,
wanita itu marah dan tidak mau berhubungan lagi ke si pemuda. Kata wanita itu,
"pemuda itu kere, tidak bisa menjadi seseorang yang memuaskan kebutuhan
lahir"
Setelah
mendengarkan perkataan wanita itu, si pemuda kemudian murung dengan mengurung
diri di dalam kamarnya yang sempit itu.
Ia
merasa seperti orang yang tidak berguna bagi orang yang di sayanginya.
Ia
kesal dan sedih, lalu terpikirkan olehnya untuk datang memancing ikan di sungai
tempat ia kecil dulu.
Begitu
sampai, Si pemuda kebingungan, karena sungai tempat dia nongkrong dulu telah
berubah menjadi sebuah mall yang sangat besar dan megah.
Tapi,
ada untungnya juga, sebab sewaktu ia masuk ke dalam mall itu, ia menemukan
barang yang di cari oleh wanitanya.
Memang,
ia tidak memiliki uang waktu itu, Namun ia berhasil merayu penjual barang
tersebut dengan menukarkan alat pancing kesayangannya.
Setelah
melakukan barter, pemuda itu hendak pulang untuk menemui wanitanya dengan hati
yang sangat senang sekali.
Akan
tetapi, ketika sampai dirumahnya si wanita, ternyata si wanita beserta
keluarganya telah pindah ke luar kota selamanya.
Pemuda
itu mencoba menghubungi si wanita, tapi nomer handphonenya tidak aktif juga.
Sampai
beberapa haripun, si pemuda itu tetap saja mencoba menelpon, tapi nomer si
wanita masih tidak aktif juga.
Kini,
pemuda itu hanya duduk terdiam di dalam kamarnya yang sempit sembari melihat
barang yang di inginkan si wanita.
`Pesan
yang terkandung : Untukmu yang tidak bisa menghargai orang-orang kecil yang
tidak mampu, Ada kalanya mereka bisa merelakan sesuatu yang ia sayangi didalam
hidupnya, agar ia bisa mempertahankan sesuatu baru yang mengisi hatinya, Meski
keadaan tidak berpihak kepadanya, Namun mereka tidak pernah berhenti untuk
mewujudkan impiannya.`
Jika
kau selesai membaca ini, kau tahu, siapa pemuda itu?
Siapapun
pemuda itu, yang jelas....
KAMU
HARUSSS KUAAATTTTT.
Mungkin....
Ini
lebih parah daripada kalah berjudi.
Ini
lebih tragis daripada ditinggal mati.
Ini
lebih buruk daripada mimpi yang terburuk.
Ini
lebih hina daripada di ejek.
Ini
lebih kotor daripada dinodai.
Ini
lebih memalukan daripada diketawain.
Ini
lebih sadis daripada melihat orang sekarat.
Ini
lebih hancur daripada ngelihat tembok roboh.
Ini
lebih gila daripada ngomong sama orang gila.
Pokoknya
KAMU HARUSSSS KUAAAATTTT.
Meski
...
Dia
sudah tidak menemuimu lagi.
Dia
sudah gak mau ngobrol sama kamu lagi.
Dia
sudah pergi dari hidupmu lagi.
Dia
yang menyebabkan kamu jomblo lagi.
Dia
yang membuatmu sedih lagi.
Dia
yang telah membunuh harapanmu.
Dia
yang mampu meneteskan air matamu.
Dia
yang merebut semangatmu.
Dia
yang membuatmu terluka.
Atau
menyadarkanmu bahwa gak enak kesepian.
Tunggulah
dia, Sampai dia kembali dan menjadi janda, Jika ingin disebut sebagai laki-laki
setia. Ok




0 komentar:
Posting Komentar