1. Paolo Di Canio
West Ham tengah bermain imbang 1-1 melawan Everton di
Premier League. Pertandingan sudah memasuki babak akhir dan The Hammers punya
peluang mencetak gol lewat Paolo Di Canio yang mendapat umpan silang.
Namun Di Canio melihat kiper Everton Paul Gerrard terkapar
di luar kotak penalti karena cedera. Lutut Gerrard terkilir ketika berusaha
membuang bola beberapa saat sebelumnya.
Alih-alih menyundul bola ke gawang yang sudah kosong, Di
Canio memilih untuk menangkap bola dengan tangannya. Pertandingan akhirnya berakhir
imbang, tetapi kemudian Di Canio mendapatkan FIFA Fair Play Award.
2. Arsenal
Arsenal bermain melawan Sheffield Wednesday di Highbury
dalam ajang Piala FA. Skor masih imbang 1-1 ketika kiper Sheffield Alan Kelly
menendang bola keluar karena ada pemain yang cedera.
Gelandang Arsenal Ray Parlour melakukan lemparan ke dalam
agar pertandingan bisa dilanjutkan. Bola diarahkan kepada kiper lawan namun
Nwankwo Kanu menyerobot bola dan mengirim umpan kepada Marc Overmars yang
kemudian mencetak gol. Kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Arsenal.
Tak ada peraturan tertulis yang dilanggar dalam kejadian
ini, namun jelas perbuatan ini mencederai sportivitas. Arsenal, sebagai klub,
menyadari kesalahan mereka dan berusaha memperbaiki keadaan.
Setelah pertandingan usai, Arsene Wenger dan David Dein
menawarkan pertandingan diulang di markas Sheffield Wednesday. Tawaran itu
diterima dan FA pun memberikan izin. Pada pertandingan ulang, Arsenal akhirnya
unggul 2-1.
3. Ajax Amsterdam
Pertandingan antara Jong Ajax melawan Cambuur beberapa tahun
silam menghadirkan contoh menyentuh mengenai sportivitas. dua tim ini terlibat
insiden tidak sportif yang tidak disengaja.
Ada satu pemain Ajax yang tergeletak di lapangan karena
cedera. Pertandingan pun dihentikan agar pemain itu bisa dirawat oleh tim
medis.
Saat laga dilanjutkan, gelandang Ajax Jan Vertoghen muda
melepas tendangan jarak jauh dengan maksud memberikan bola kepada kiper lawan.
Secara mengejutkan, tendangan itu berbuah gol yang bersarang di pojok atas
gawang Cambuur.
Respon Ajax sungguh luar biasa. Mereka mengizinkan Cambuur
mencetak gol balasan tanpa dihalangi.
4. Robbie Fowler
Liverpool tengah memimpin 1-0 saat melawan Arsenal di
Higbury ketika Robbie Fowler terjatuh di kotak penalti The Gunners. Ia terjatus
setelah bertarung dengan kiper Arsenal David Seaman.
Wasit Gerald Ashby menunjuk titik putih karena menganggap
Fowler dilanggar Seaman. Secara mengejutkan, Fowler mendatangi wasit dan
menjelaskan bahwa dirinya jatuh tanpa tersentuh dan tak ada pelanggaran.
Meski telah berupaya keras memprotes, usaha Fowler
meyakinkan wasit untuk tidak memberi penalti tetap tak berhasil. Akhirnya
Fowler sendiri yang mengambil tendangan penalti itu.
Tendangan Fowler berhasil dimentahkan Seaman tetapi bola
rebound berhasil ditendang masuk oleh pemain Liverpool lainnya, Jason McAteer.
5. Costin Lazar
Jarang sekali pecinta sepakbola melihat ada pemain yang
menolak mendapat hadiah penalti. Namun pengecualian terjadi setelah pemain
Rapid Bucharest Costin Lazar menolak penalti.
Wasit menghadiahkan penalti setelah menganggap terjadi
pelanggaran dalam kotak penalti lawan. Namun Lazar segera mendatangi wasit dan
mengatakan dirinya tidak dilanggar. Usaha Lazar berhasil dan wasit membatalkan
tendangan penalti itu.
Rapid tetap memenangkan pertandingan saat itu. Tetapi bisa
dipastikan bahwa mereka mendapatkan kemenangan itu dengan bersih, tanpa
kecurangan.
6. Oliver Kahn
Legenda Jerman dan Bayern Munich Oliver Kahn mendapatkan
FIFA Fair Play Award setelah melakukan tindakan simpatik. Bayern menjadi juara
Liga Champions dengan mengalahkan Valencia di final.
Alih-alih merayakan kemenangan itu bersama rekan-rekannya,
Kahn memilih untuk menghibur kiper lawan, Santiago Canizares. Kahn berusaha
menghibur Canizares yang kecewa berat timnya hanya bisa menjadi runner up.
Kahn bahkan menolak ajakan teman-temannya untuk merayakan
kemenangan secara langsung. Akhirnya tindakan Kahn ini diikuti oleh
pemain-pemain Bayern yang lain.
7. Real Madrid
Persaingan duo Clasico merupakan salah satu yang paling
sengit dalam dunia sepakbola. Real Madrid dan Barcelona nyaris tak pernah akur
dalam sepanjang sejarah mereka.
Namun pemandangan menyentuh bisa dilihat saat para pemain
Madrid memberikan dukungan kepada pemain Barca, Eric Abidal yang menjalani
operasi transplantasi liver. Abidal mengalami tumor liver dan harus menjalani
pencangkokan yang beresiko.
Kubu Barca memberikan dukungan total kepada Abidal. Namun
dukungan Madrid yang kemudian lebih banyak disorot. Pasalnya, dukungan ini
diberikan saat rivalitas kedua tim sedang tinggi-tingginya.
Momen seperti ini membuat para pecinta sepakbola sadar bahwa
ada banyak hal yang lebih penting dari kemenangan dalam sepakbola dan
kehidupan.
8. Seluruh Dunia
Sangat sedikit kejadian yang bisa menyatukan seluruh
perbedaan yang ada dalam dunia sepakbola. Namun hal itu terjadi ketika Fabrice
Muamba mengalami serangan jantung.
Saat membela Bolton Wanderers melawan Tottenham, Muamba
mengalami serangan jantung parah. Jantungnya sempat berhenti berdetak selama 78
menit.
Dukungan dari seluruh dunia mengalir untuk mantan pemain
Arsenal ini. Namanya diteriakkan di seluruh dunia sebagai bentuk dukungan
karena kondisinya tetap kritis selama beberapa waktu setelah pertandingan itu.
9. Miroslav Klose
Saat bertanding melawan Napoli, Miroslav Klose menunjukkan
sisi sportivitasnya. Pertandingan baru berjalan tiga menit, Klose sudah
mencetak gol dengan tangan kanannya.
Pemain napoli jelas sangat marah dengan kejadian itu. Namun
wasit tetap menganggap gol itu sah karena tak melihat Klose menggunakan
tangannya.
Klose sendiri sempat beberapa detik merayakan golnya. Namun
kemudian ia memilih untuk jujur dan memberitahu wasit bahwa ia mengarahkan bola
dengan tangannya. Gol keunggulan Lazio itu pun dianulir.
10. Nottingham Forest dan Leicester
Leicester City menghadapi Nottingham Forest dalam putaran
kedua Piala Carling. Mereka tertinggal 1-0 ketika babak pertama berakhir.
Saat jeda, bek Leicester Clive Clarke pingsan di ruang
ganti. Kedua pihak setuju untuk menghentikan pertandingan karena takut nyawa
Clarke dalam bahaya.
Masalahnya adalah, ketika pertandingan ditinggalkan seperti
itu, maka tanding ulang akan dimulai dengan skor 0-0. Di sinilah Leicester
membayar sportivitas Forest.
Ketika kickoff, para pemain Leicester berdiri di satu sisi
lapangan agar kiper Forest bisa mendribel bola dan mencetak gol. Tujuannya
jelas, Leicester ingin mengembalikan keunggulan satu gol Forest dalam laga
sebelumnya.
Leicester akhirnya memenangkan laga itu.




0 komentar:
Posting Komentar