Kini aku
sendiri bagai ilalang yang tumbuh liar di atas batu karang, kawan...!!?Tak terasa
keberadaanku yang menari-nari di semu kelabu terbayang tanpa arti.Aku hanya
bisa menanti sadar untuk menunggu dahlil yang memuji karena surya yang lemah
dan kabut yang tertutup jagad.Tak tahu
mana ini yang mati dan mana itu yang hidup. Yang ku tahu hanyalah mendengar
suara larian ombak seperti petir yang menyambar kepingan ketakutan dan
kegelapan yang turun untuk mengitari bisikan hidup.Bahkan aku
masih tersungkur di tempatku, Terkurung dalam kubang pengap penuh aroma keputus
asa'an.Gelap..!!Sampai-sampai
aku lupa untuk mengedipkan mata, aku terpaku di ujung gundukan batu.Heran..!!Tingginya
kepercayaan yang aku susun, porak poranda akibat sebutir kerikil yang ia
lempar. Dan sekarang, aku terperosok jatuh, hanya menanti belas kasihnya.
Teriakku saja bahkan tak terdengar lagi di telingaku, kawan..**********************************************************************************************************************************************************Tapi
seandainya saja kamu punya teman baik yang bisa mengerti denganmu, Ada
kemungkinan dia pasti akan berkata ke kamu seperti ini,ketika
kaki ini berpijak, dalam mulai mencoba.Seharusnya
kamu mengerti.Tak ada
waktu mundur lalu kembali.Cukup
bagimu untuk memahami, Saatnya untuk terus melangkah.Tak ada
waktu menoleh, berbalik kebelakang.Bagaimanapun
kamu harus tahu, kalau melihat kebelakang, hanya akan membuatmu runtuh.Bagaimanapun
juga kamu harus tahu, kalau berguru pada masa lalu, hanya akan membuatmu
semakin terluka.Kamu harus
berfikir,kamu juga
harus terus maju lurus ke depan....Karena di
depan, masih ada cerita.Karena di
depan juga masih ada cinta.Sudah
saatnya kita semua untuk bercengkrama dan berfikir lebih bijak.
0 komentar:
Posting Komentar